Studi Kasus Implementasi Kurikulum Merdeka di SDIT KIC Bondowoso: Inovasi Pembelajaran Berbasis Nilai Islami dan Pancasila
DOI:
https://doi.org/10.19184/jipsd.v12i2.53707Keywords:
Asesmen, Inovasi Pembelajaran, Kurikulum Merdeka, Pendidikan PancaasilaAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar berbasis Islam dengan menekankan integrasi nilai-nilai Islami dan Profil Pelajar Pancasila dalam pembelajaran. Studi dilakukan di SDIT Kuntum Insan Cemerlang (SDIT KIC) Bondowoso menggunakan desain metode campuran (mixed methods design) dengan pendekatan explanatory sequential, yang menggabungkan data kuantitatif berupa angket dan data kualitatif dari observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran TERPADU berhasil diterapkan dengan baik, didukung oleh keterlibatan aktif dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dan asesmen portofolio sebagai penilaian autentik. Data angket menunjukkan bahwa efektivitas pembelajaran memperoleh skor rata-rata 3,5 hingga 3,8 (kategori baik–sangat baik), sedangkan integrasi nilai Pancasila mendapat skor 3,0. Namun, pemahaman terhadap AKM masih rendah dengan skor rata-rata 1,8. Meskipun demikian, temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas guru dalam memahami asesmen dan nilai karakter peserta didik. Penelitian ini merekomendasikan integrasi nilai spiritual dan karakter melalui model pembelajaran kontekstual layak di implementasi ke dalam pembelajaran sehar-hari serta dapat direplikasi secara optimal di sekolah lain untuk memperkuat pelaksanaan Kurikulum Merdeka.